Monday, April 1, 2013

Restoran Terminale Donna Agnesia

Restoran Terminale Milik Donna Agnesia
Beberap tahun lalu Donna Agnesia sangat mendambakan  untuk memiliki sebuah restoran. Keinginan yang terpendam itu akhirnya terwujud dengan berdirinya sebuah restoran yang diberi nama Terminale.

Terletak di Mal Kelapa Gading (MKG) 3, Jakarta Utara, restoran Terminale memiliki keunikan yang berbeda dari restoran kebanyakan lainnya. Memadukan  Wine Place, Takigawa dan Meatbar, nampak sekali restoran Terminale berbeda dari yang lainnya.

Asal muasal terciptanya konsep tiga aliran berbeda yang disatukan dalam satu tempat, berawal dari luasnya tempat yang diperoleh Donna Agnesia untuk membangun restoran berkonsep Takigawa dan Meatbar, namun karena pemberi tempat tersebut juga memiliki Restoran berkonsep Wine Place, timbulah ide mempersatukan tiga aliran berbeda menjadi dalam satu tempat. Berbeda dengan konsep restoran pada umumnya, dengan menggabungkan ketiga konsep tersebut, maka Restoran Terminale langsung memiliki keunikan tersendiri.

Berbagai macam jenis makanan dan minuman tidak beralkohol disajikan di dalam restoran Takigawa dan Meatbar. Menu minuman beralkohol disajikan di Wine Place, dengan sajian utama berupa wine-wine yang istimewa, hal tersebutlah yang menjadikan restoran ini memiliki keunikan dibandingkan dengan restoran lainnya. Selain Dona Agnesia yang mengelola restoran Terminale, Revalina S. Temat juga turut menjadi partner dalam bisnis restoran ini.

Berkonsep latar belakang interior terminal stasiun kereta api era tahun 1950-an, Restoran Terminale sangat kental dengan suasana stasiun kereta api yang berada di New York, Amerika. Dekorasi koper penumpang kereta api, locker room yang persis seperti fasilitas yang tersedia si stasiun-stasiun kereta api era 1950-an di Amerika sana menjadikan restoran ini bersuana cozy.

Pemilihan konsep stasiun kereta api era 1950-an bukanlah hanya  asal memilih, jika menggunakan konsep dengan tema stasiun kereta api di Indonesia tentulah kurang pas untuk memperoleh nuansa elegan dan klasik era 1950-an. Jika memilih nuansa kereta api dari Belanda, kesan yang diperoleh menjadi restoran kolonial dan jika memilih suasana stasiun Eropa akan menjadi sangat glamour, nah menurut Donna dengan memilih konsep nuansa stasiun kereta api di Amerika era 1950-an akan terasa pas bagi pelanggan yang menjadi target market Restoran Terminale. (DAK, Image kapanlagi)

Orignal From: Restoran Terminale Donna Agnesia

0 comments:

Post a Comment